Buat para saudara & sahabatku yang peduli dengan kelestarian alam, mari bersama kita lestarikan alam.
Salah satu cara saya melakukanya adalah membuat senandung berikut ini
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Rabu, Oktober 12, 2011
Senin, November 02, 2009
Jangan putus asa terhadap rahmat Allah
Islam mengajarkan ummatnya agar tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah bagaimanapun keadaanya karena Allah Maha Luas RahmatNya.
Kecenderungan manusia adalah hanya melihat dan merasakan apa yang ada dalam jangkauanya, diluar itu manusia tidak mengetahuinya.
Karunia & rahmat Allah , yang di beri saat ini maupun yang akan datang adalah diluar jangkauan kita namun terkadang kita sering “berburuk sangka” , apa yang belum kita dapat seakan-akan tidak akan pernah kita dapat. Padahal ada proses dan waktu agar karunia dan rahmat itu sampai kepada kita.
Yang dibutuhkan adalah, usaha , tawakal dan do’a , bersabar dan yakin bahwa semua usaha kita akan membuahkan hasil , ini hanya masalah waktu dan kesabaran saja.
Seorang sahabat menasehati saya, tidak ada istilah jalan buntu dalam islam, rahmat Allah itu Maha Luas , yang ada adalah kita yang malas atau berputus asa terhadap rahmat Allah.
Oleh karena itu tetaplah ber “baik sangka” dan berusaha tanpa putus-asa serta berdo’a sebagai wujud tawakal , insya Allah kita akan meraih sukses yang kita impikan.
021109. 11.30
Terinpirasi dari nasehat sahabat saya Bp. Budiono
Kecenderungan manusia adalah hanya melihat dan merasakan apa yang ada dalam jangkauanya, diluar itu manusia tidak mengetahuinya.
Karunia & rahmat Allah , yang di beri saat ini maupun yang akan datang adalah diluar jangkauan kita namun terkadang kita sering “berburuk sangka” , apa yang belum kita dapat seakan-akan tidak akan pernah kita dapat. Padahal ada proses dan waktu agar karunia dan rahmat itu sampai kepada kita.
Yang dibutuhkan adalah, usaha , tawakal dan do’a , bersabar dan yakin bahwa semua usaha kita akan membuahkan hasil , ini hanya masalah waktu dan kesabaran saja.
Seorang sahabat menasehati saya, tidak ada istilah jalan buntu dalam islam, rahmat Allah itu Maha Luas , yang ada adalah kita yang malas atau berputus asa terhadap rahmat Allah.
Oleh karena itu tetaplah ber “baik sangka” dan berusaha tanpa putus-asa serta berdo’a sebagai wujud tawakal , insya Allah kita akan meraih sukses yang kita impikan.
021109. 11.30
Terinpirasi dari nasehat sahabat saya Bp. Budiono
Selasa, Oktober 13, 2009
Mendidik diri
Kelihatanya mendidik diri sendiri sederhana dan mudah, tapi pada kenyataanya mendidik diri sendiri tidaklah kalah sulitnya dengan mendidik seorang murid.
Manusia dalam dirinya terdapat 2 aspek yang selalu ada sepanjang hayatnya yaitu kecenderungan pada kebaikan dan kecenderungan pada keburukan.
Ironisnya meski ada kata baik dalam kecenderungan manusia namun, secara umum manusia akan tertarik ke arah keburukan, hal ini terjadi karena adanya keburukan yang sebarkan oleh syaitan dan teman-temannya dengan iming-iming kenikmatan duniawi.
Kebaikan yang ada dalam hati manusia terkadang tidak cukup kuat untuk mendominasi hati manusia kearah kebaikan. Oleh karenanya manusia butuh lingkungan, teman dan pra-kondisi yang mengarah kepada kebaikan.
Oleh karenanya tak salah jika Nabi mengatakan, Agama seseorang akan mengikuti agama temannya.
Didalam ayat qur'an diperintahkan manusia yang baik untuk bersama-sama membuat komunitas yang saling menganjurkan kebaikan dan kesabaran dalam menjalankan kebaikan itu. (QS Al Hasr)
Dalam kesendirianpun manusia butuh dzikir untuk senantiasa mengusir keburukan dan mengingat kebaikan.
Oleh karenanya upaya mengarah kepada kebaikan adalah perjuangan seumur hidup karena di setiap celah waktu keburukan senantiasa mengintai dan menyeru manusia.
wallahu'alamu bishowab.
BI Sunter Jakut 131009 . 19.25
Manusia dalam dirinya terdapat 2 aspek yang selalu ada sepanjang hayatnya yaitu kecenderungan pada kebaikan dan kecenderungan pada keburukan.
Ironisnya meski ada kata baik dalam kecenderungan manusia namun, secara umum manusia akan tertarik ke arah keburukan, hal ini terjadi karena adanya keburukan yang sebarkan oleh syaitan dan teman-temannya dengan iming-iming kenikmatan duniawi.
Kebaikan yang ada dalam hati manusia terkadang tidak cukup kuat untuk mendominasi hati manusia kearah kebaikan. Oleh karenanya manusia butuh lingkungan, teman dan pra-kondisi yang mengarah kepada kebaikan.
Oleh karenanya tak salah jika Nabi mengatakan, Agama seseorang akan mengikuti agama temannya.
Didalam ayat qur'an diperintahkan manusia yang baik untuk bersama-sama membuat komunitas yang saling menganjurkan kebaikan dan kesabaran dalam menjalankan kebaikan itu. (QS Al Hasr)
Dalam kesendirianpun manusia butuh dzikir untuk senantiasa mengusir keburukan dan mengingat kebaikan.
Oleh karenanya upaya mengarah kepada kebaikan adalah perjuangan seumur hidup karena di setiap celah waktu keburukan senantiasa mengintai dan menyeru manusia.
wallahu'alamu bishowab.
BI Sunter Jakut 131009 . 19.25
Jumat, September 11, 2009
Kebaikan yang banyak
Mendengarkan kajian ramadhan tentang pentingnya membaca al qur'an yang disampaikan ustad Abdurrahaman Abdurrauf, dengan membaca al-qur'an orang akan diangkat derajatnya , karena setiap huruf dinilai 10 kebaikan, semakin banyak membaca al qur'an maka semakin banyak kebaikan yang akan kita terima.
So kalo mau memperoleh banyak kebaikan berarti, banyak-banyaklah tilawah al qur'an.
wallahu'alamu bishowab.
Benny I.
So kalo mau memperoleh banyak kebaikan berarti, banyak-banyaklah tilawah al qur'an.
wallahu'alamu bishowab.
Benny I.
Rabu, September 02, 2009
Ramadhan bulan menuju ketaqwaan
Setiap memasuki bulan Ramadhan para guru-guru kita para ulama selalu mengingatkan kita tentang hakikat perintah Shaum Ramadhan yang termaktub dalam QS Al Baqarah ayat 183.
“Ya ayyuhaladzina ammanu kutiba alaykumusshiam , kamaa kutiba alaladzina min koblikum la’alakum ta’takum.”
Kandungan QS Al Baqarah 183 a/l.
1.Seruan kpd orang2 yang beriman untuk melaksanakan shaum
2.Shiam Syariat para nabi (contoh . Puasa nabi Daud)
3.Tujuan akhir shiam adalah Takwa
Makna Taqwa :
Riwayat Umar ibn Khatab bertanya kepada Ubay bin Kaab
Suatu ketika, sahabat Umar bin Khathab ra. bertanya kepada sahabat Ubay bin Ka’ab: “Maa haqiqat at-taqwa” (apa hakekat takwa?). Sahabat Ubay balik bertanya kepada Umar ra: “Pernahkah engkau berjalan pada jalan yang penuh dengan duri ?”. “Pernah” jawab Umar. ra. “Apa yang engkau lakukan saat itu wahai Umar ?”, Tanya Ubay kembali. Umar bin Khathab menjawab: “Tentunya aku berjalan dengan sangat berhati-hati”. Kemudian Ubay bin Ka’ab menjelaskan: “wa dzaalika haqiqat at-taqwa” (itulah hakekat takwa).
Sehingga, Umar ra. memberikan definisi takwa dengan kata-kata beliau: “at-Taqwa hiya al-masy-yu fil ghobati bil-hadzar” (takwa adalah berjalan di hutan dengan hati-hati)
* Keuntungan orang yang bertaqwa Al Hujurat : 13
Inna akromakum indallahi atqokum
Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara diantaramu
Bentuk keuntungan riil nya 3-Se
- Sehat
wallahu'alamu bishowab,
BI JKT 02092009
Moto : Muda sehat kaya raya, tua semakin Berjaya, mati masuk surga
“Ya ayyuhaladzina ammanu kutiba alaykumusshiam , kamaa kutiba alaladzina min koblikum la’alakum ta’takum.”
Kandungan QS Al Baqarah 183 a/l.
1.Seruan kpd orang2 yang beriman untuk melaksanakan shaum
2.Shiam Syariat para nabi (contoh . Puasa nabi Daud)
3.Tujuan akhir shiam adalah Takwa
Makna Taqwa :
Riwayat Umar ibn Khatab bertanya kepada Ubay bin Kaab
Suatu ketika, sahabat Umar bin Khathab ra. bertanya kepada sahabat Ubay bin Ka’ab: “Maa haqiqat at-taqwa” (apa hakekat takwa?). Sahabat Ubay balik bertanya kepada Umar ra: “Pernahkah engkau berjalan pada jalan yang penuh dengan duri ?”. “Pernah” jawab Umar. ra. “Apa yang engkau lakukan saat itu wahai Umar ?”, Tanya Ubay kembali. Umar bin Khathab menjawab: “Tentunya aku berjalan dengan sangat berhati-hati”. Kemudian Ubay bin Ka’ab menjelaskan: “wa dzaalika haqiqat at-taqwa” (itulah hakekat takwa).
Sehingga, Umar ra. memberikan definisi takwa dengan kata-kata beliau: “at-Taqwa hiya al-masy-yu fil ghobati bil-hadzar” (takwa adalah berjalan di hutan dengan hati-hati)
* Keuntungan orang yang bertaqwa Al Hujurat : 13
Inna akromakum indallahi atqokum
Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara diantaramu
Bentuk keuntungan riil nya 3-Se
- Sehat
- Jasmani , Makan makanan yang Halal & Thoyib QS An Nahl : 114 (Fakulu mimma rozakokumullahu halalan thoyibah ), Shalat ,Shaum menyehatkan tubuh dan jiwa, Zakat menyehatkan Materi/Harta dan jiwa.
- Rohani ,Fikiran Tenang QS Ar Rad : 28 (ala bi dzikrillah tatmainul kulub)
- Selalu ada jalan keluar dari permasalahan QS 65:2 (wamay yatakillah yajal'ahu makhroja), dipermudah urusannya QS 65: 4 (wamay yatakillah yaj'alahu min amrihi yusro)
- Memperoleh rezeki yang cukup QS 65:3 (wayarjuku min haysu layah tashib)
- Diampuni dosanya & dilipat gandakan pahala ganjarannya QS: 65:5 (wayukafir anhu sayyiatihi , wayu’ dzim lahu ajro)
wallahu'alamu bishowab,
BI JKT 02092009
Moto : Muda sehat kaya raya, tua semakin Berjaya, mati masuk surga
Senin, Agustus 10, 2009
Competency Based = Multi Tasking ?
Kaum pekerja , memiliki tantangan yang semakin besar di masa-masa yang akan datang, dominasi para pemodal yang pandai dan memiliki tim think-thank yang handal membuat kaum pekerja kalah dalam hal strategi masalah ketenaga kerjaan.
Masuknya kepentingan para pengusaha dalam UU maupun lobi-lobi yang cantik kepada para penentu kebijakan diberbagai negara membuat upaya mereka terencana dan terstruktur.
Kekuatan modal mereka yang luar biasa, lebih mereka sukai untuk mendanai pembentukan UU dan lobi, ketimbang memberikan peningkatan kesejahteraan bagi buruhnya.
Out-sourcing barangkali salah satu keberhasilan pemodal dalam mensiasati kaum pekerja melalui UU.
Multi Tasking , yang sederhananya adalah pengurangan pekerja namun dengan jumlah pekerjaan yang tetap, barangkali salah satu yang menjadi incaran berikutnya, dengan dalih slim organisasi dan efisiensi
Ada lagi isu yang cukup mengemuka, yaitu Competency Based, idealnya, pekerja dibayar sesuai kompetensi yang dimilikinya, akan tetapi tidak lah semudah itu karena dengan dalih mengikuti harga pasar tenaga kerja, bisa jadi peningkatan competency pekerja tidak seiring dengan peningkatan kompensasinya.
Karena, para pemodal selalu berdalih "upah buruh" yang tidak "kompetitif" membuat perusahaan juga tidak bisa kompetitif dalam era globalisasi.
Tapi kalau kita mau melihat secara jernih, dari dulu Indonesia sudah menjadi incaran para pemodal, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar.
Sebagai ilustrasi negara Arab yang kaya akan minyak, upah buruh penduduk aslinya sangat tinggi, tapi hal ini tidak menyurutkan para pemodal untuk berinvestasi dan beroperasi di negara itu, sebabnya karena negara Arab kaya akan minyak.
Lalu kenapa jika kaum buruh di Indonesia menginginkan peningkatan kesejahteraan , hal ini selalu terkendala oleh alasan upah buruh yang tinggi menyulitkan perusahaan untuk kompetisi.
Sebuah ironi. ...
Masuknya kepentingan para pengusaha dalam UU maupun lobi-lobi yang cantik kepada para penentu kebijakan diberbagai negara membuat upaya mereka terencana dan terstruktur.
Kekuatan modal mereka yang luar biasa, lebih mereka sukai untuk mendanai pembentukan UU dan lobi, ketimbang memberikan peningkatan kesejahteraan bagi buruhnya.
Out-sourcing barangkali salah satu keberhasilan pemodal dalam mensiasati kaum pekerja melalui UU.
Multi Tasking , yang sederhananya adalah pengurangan pekerja namun dengan jumlah pekerjaan yang tetap, barangkali salah satu yang menjadi incaran berikutnya, dengan dalih slim organisasi dan efisiensi
Ada lagi isu yang cukup mengemuka, yaitu Competency Based, idealnya, pekerja dibayar sesuai kompetensi yang dimilikinya, akan tetapi tidak lah semudah itu karena dengan dalih mengikuti harga pasar tenaga kerja, bisa jadi peningkatan competency pekerja tidak seiring dengan peningkatan kompensasinya.
Karena, para pemodal selalu berdalih "upah buruh" yang tidak "kompetitif" membuat perusahaan juga tidak bisa kompetitif dalam era globalisasi.
Tapi kalau kita mau melihat secara jernih, dari dulu Indonesia sudah menjadi incaran para pemodal, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar.
Sebagai ilustrasi negara Arab yang kaya akan minyak, upah buruh penduduk aslinya sangat tinggi, tapi hal ini tidak menyurutkan para pemodal untuk berinvestasi dan beroperasi di negara itu, sebabnya karena negara Arab kaya akan minyak.
Lalu kenapa jika kaum buruh di Indonesia menginginkan peningkatan kesejahteraan , hal ini selalu terkendala oleh alasan upah buruh yang tinggi menyulitkan perusahaan untuk kompetisi.
Sebuah ironi. ...
Kamis, Mei 07, 2009
Solidaritas Biker
Jam 18.35 , persis di sisi kiri pintu tol Rawamangun Jaktim, pada jalur motor banyak pengendara motor berhenti dan menyemut sehingga mengakibatkan jalan macet mengular sampai lampu merah per-empatan sebelumnya.
Saya coba cari tahu, ada apa gerangan, motor berjalan pelan dan tersendat karena macet, dititik yang menyebabkan macet saya lihat seorang bapak tergelak ditemani beberapa pengendara motor yang mencoba mendatangi nya dan mencari tahu apa yang terjadi.
Hal ini membuat saya berfikir, bapak tersebut harus segera ada yang merawat lebih lanjut, ku pencet 112 (polisi) nyambung tapi ngak ada yang angkat, trus 118 (ambulan) di angkat dan dijawab tapi ambulannya lagi kosong karena sdg menangani kasus kecelakaan dilokasi lain.
Akhirnya si Bapak bisa duduk dan ingin segera pulang dibonceng dengan temannya yang satu motor tadi.
Setelah di coba , baru 30 meter berjalan si Bapak yang dibonceng jatuh lagi.
Ups astagfirullah,
Akhirnya beberapa biker yang ada menyarankan si Bapak utk naik taksi.
Tapi selidik punya selidik si Bapak bilang ngak bawa ongkos, untunglah ada biker yang pakai Tiger memberikan motivasi , tenang aja pak nanti gampanglah masalah ongkos.
Tak berapa lama teman biker men-stop sebuah aksi Kosti.
Jadilah saya , dan 3 orang biker serta 1 orang teman si bapak tadi mengawal di belakang taksi.
Ditengah jalan 2 teman biker pamit dan langsung pulang, tinggal saya , 1 orang biker dan teman si bapak.
Dalam hati berkecamuk, haruskah saya mengantar Bapak tersebut sampai kerumahnya ???
atau saya ikutan pamit karena rute saya tidak sejalan (rute saya dari rw mangun ke Kramat jati -> Depok) , sedangkan rumh si Bapak tadi di Cawang ke arah Otista.
Alhamdulillah niat positif ku bisa mengalahkan ego negatif ku, akhirnya saya dan seorang biker sampai juga mengawal si Bapak sampe rumah.
Yang bikin aku iri , teman biker yang naik tiger itu yang membayarin ongkos taksi dari Rw Mangun sampai rumah si Bapak (Cawang).
Wah amal solehnya jadi berlipat beliau.
Ala kuli hal ini menjadi satu pelajaran buat saya, bila punya niat baik , lakukan saja insya Allah akan Allah bantu.
Saya coba cari tahu, ada apa gerangan, motor berjalan pelan dan tersendat karena macet, dititik yang menyebabkan macet saya lihat seorang bapak tergelak ditemani beberapa pengendara motor yang mencoba mendatangi nya dan mencari tahu apa yang terjadi.
Hal ini membuat saya berfikir, bapak tersebut harus segera ada yang merawat lebih lanjut, ku pencet 112 (polisi) nyambung tapi ngak ada yang angkat, trus 118 (ambulan) di angkat dan dijawab tapi ambulannya lagi kosong karena sdg menangani kasus kecelakaan dilokasi lain.
Akhirnya si Bapak bisa duduk dan ingin segera pulang dibonceng dengan temannya yang satu motor tadi.
Setelah di coba , baru 30 meter berjalan si Bapak yang dibonceng jatuh lagi.
Ups astagfirullah,
Akhirnya beberapa biker yang ada menyarankan si Bapak utk naik taksi.
Tapi selidik punya selidik si Bapak bilang ngak bawa ongkos, untunglah ada biker yang pakai Tiger memberikan motivasi , tenang aja pak nanti gampanglah masalah ongkos.
Tak berapa lama teman biker men-stop sebuah aksi Kosti.
Jadilah saya , dan 3 orang biker serta 1 orang teman si bapak tadi mengawal di belakang taksi.
Ditengah jalan 2 teman biker pamit dan langsung pulang, tinggal saya , 1 orang biker dan teman si bapak.
Dalam hati berkecamuk, haruskah saya mengantar Bapak tersebut sampai kerumahnya ???
atau saya ikutan pamit karena rute saya tidak sejalan (rute saya dari rw mangun ke Kramat jati -> Depok) , sedangkan rumh si Bapak tadi di Cawang ke arah Otista.
Alhamdulillah niat positif ku bisa mengalahkan ego negatif ku, akhirnya saya dan seorang biker sampai juga mengawal si Bapak sampe rumah.
Yang bikin aku iri , teman biker yang naik tiger itu yang membayarin ongkos taksi dari Rw Mangun sampai rumah si Bapak (Cawang).
Wah amal solehnya jadi berlipat beliau.
Ala kuli hal ini menjadi satu pelajaran buat saya, bila punya niat baik , lakukan saja insya Allah akan Allah bantu.
Jumat, Oktober 03, 2008
Apakah Pajak = Riba ?
Jika kita melihat secara jernih pembagunan sebuah negara pasti memerlukan adanya dana yang besar untuk membangun tentunya, dan biasanya dana tersebut diambil oleh pemerintah dari rakyat di negara tersebut maupun dari cukai proses ekpor impor dan yang tak kalah peranannya juga dari perusahaan negara yang mengelola sumber-sumber kekayaan alam di negara tersebut.
Coba kita tengok sekilas berapa banyak uang yang ditarik oleh pemerintah melalui pos-pos pajak
ada :
pajak pertambahan nilai (PPN ) sebesar 10% dari setiap transaksi,
pajak penghasilan (PPh) mulai dari 0 (nol) sampai 35%
pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mulai dari 10 - 75 %
pajak bumi & bangunan
pajak kendaraan bermotor
bisa dibayangkan jika penghasilan kita terkena tarif pajak 35% dan sisa uangnya habis dibelanjakan dan terkena pajak PPN 10% , maka secara kasar dan gampangnya kita harus membayar pajak sebesar 45%, harta yang bisa kita nikmati dari 100% yang kita miliki hanya 65% saja, belum lagi kalau kita belanja dan harus membayar pajak untuk barang mewah serta pajak kendaraan bermotor maka besarnya pajak yang kita tanggung bisa lebih dari 50% ???.
Barangkali orang akan berkata, wajarlah jika orang kaya membayar pajak lebih tinggi dari pada orang miskin, karena mereka menikmati jalan dan sarana umum yang disediakan oleh pemerintah.Lalu bagaimana dengan orang miskin apakah tidak boleh menikmati sarana umum yang di sediakan oleh pemerintah???
Pertanyaan berikutnya, jika orang kaya ngemplang pajak ada sanksi hukum bagi mereka wajar karena mereka punya uang tapi tidak mau bayar, tapi yang lucu adalah jika orang miskin yang tidak mempunyai penghasilan tapi telat melaporkan akan kena denda????? (begitu menurut sumber informasi yg tahu ttg pajak).
Ini mungkin yang bikin kita senyum -senyum , aneh orang miskin tidak punya uang bukanna di bantu malah didenda.
Sebenarmya ada nggak sih kajian tentang pajak, sejarah pajak ,seberapa efektif dan dalam kondisi apa pajak diambil, bagaimana juga pajak dalam kajian syariah islam ?
Adakah pajak sama dengan Zakat? atau
apakah pajak sama dengan Riba?
Barangkali para penentuk kebijakan/pemerintah serta alim-ulama harus segera mengkaji dan merumuskan kembali dari dana apakah negeri ini akan dibangun, karena bila dana diambil dari zakat tentunya kebaikan dan keberkahan akan menanungi bangsa ini, atau justru sebaliknya jika diambil dari dana yang mengandung unsur riba tentulah malapetaka dan kesengsaraan akan senantiasa meliputi disetiap jengkal dan detik kehidupan bangsa ini.
QS Al-Baqarah ,ayat 275.
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba , padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
Cukuplah ibrah dari pemerintahan Umar bin Abdul Aziz menjadi landasan memerintah dan mengelola negara sehingga hanya dalam waktu tempo 2 tahun , orang miskin sudah menjadi muzaki (pembayar zakat) dan tidak ada lagi mutashik(penerima zakat) dinegerinya, karena sang Khalifah memerintah negerinya dengan aturan allah swt.
QS ath-Talaaq, ayat 3
3. .....Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
8. Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan
9. Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.
10. Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,
11. (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.
12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
Jika hukum Allah swt , telah tebukti membawa berkah pada masa Umar bin Abdul Azis, lalu kenapa kita tidak mau mengikutinya???
wallahu a'lamu bishowab.
3 Syawal 1429 H , 3 Oktober 2008
Depok, Jabar
Coba kita tengok sekilas berapa banyak uang yang ditarik oleh pemerintah melalui pos-pos pajak
ada :
pajak pertambahan nilai (PPN ) sebesar 10% dari setiap transaksi,
pajak penghasilan (PPh) mulai dari 0 (nol) sampai 35%
pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mulai dari 10 - 75 %
pajak bumi & bangunan
pajak kendaraan bermotor
bisa dibayangkan jika penghasilan kita terkena tarif pajak 35% dan sisa uangnya habis dibelanjakan dan terkena pajak PPN 10% , maka secara kasar dan gampangnya kita harus membayar pajak sebesar 45%, harta yang bisa kita nikmati dari 100% yang kita miliki hanya 65% saja, belum lagi kalau kita belanja dan harus membayar pajak untuk barang mewah serta pajak kendaraan bermotor maka besarnya pajak yang kita tanggung bisa lebih dari 50% ???.
Barangkali orang akan berkata, wajarlah jika orang kaya membayar pajak lebih tinggi dari pada orang miskin, karena mereka menikmati jalan dan sarana umum yang disediakan oleh pemerintah.Lalu bagaimana dengan orang miskin apakah tidak boleh menikmati sarana umum yang di sediakan oleh pemerintah???
Pertanyaan berikutnya, jika orang kaya ngemplang pajak ada sanksi hukum bagi mereka wajar karena mereka punya uang tapi tidak mau bayar, tapi yang lucu adalah jika orang miskin yang tidak mempunyai penghasilan tapi telat melaporkan akan kena denda????? (begitu menurut sumber informasi yg tahu ttg pajak).
Ini mungkin yang bikin kita senyum -senyum , aneh orang miskin tidak punya uang bukanna di bantu malah didenda.
Sebenarmya ada nggak sih kajian tentang pajak, sejarah pajak ,seberapa efektif dan dalam kondisi apa pajak diambil, bagaimana juga pajak dalam kajian syariah islam ?
Adakah pajak sama dengan Zakat? atau
apakah pajak sama dengan Riba?
Barangkali para penentuk kebijakan/pemerintah serta alim-ulama harus segera mengkaji dan merumuskan kembali dari dana apakah negeri ini akan dibangun, karena bila dana diambil dari zakat tentunya kebaikan dan keberkahan akan menanungi bangsa ini, atau justru sebaliknya jika diambil dari dana yang mengandung unsur riba tentulah malapetaka dan kesengsaraan akan senantiasa meliputi disetiap jengkal dan detik kehidupan bangsa ini.
QS Al-Baqarah ,ayat 275.
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba , padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
Cukuplah ibrah dari pemerintahan Umar bin Abdul Aziz menjadi landasan memerintah dan mengelola negara sehingga hanya dalam waktu tempo 2 tahun , orang miskin sudah menjadi muzaki (pembayar zakat) dan tidak ada lagi mutashik(penerima zakat) dinegerinya, karena sang Khalifah memerintah negerinya dengan aturan allah swt.
QS ath-Talaaq, ayat 3
3. .....Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
8. Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan
9. Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.
10. Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,
11. (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.
12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
Jika hukum Allah swt , telah tebukti membawa berkah pada masa Umar bin Abdul Azis, lalu kenapa kita tidak mau mengikutinya???
wallahu a'lamu bishowab.
3 Syawal 1429 H , 3 Oktober 2008
Depok, Jabar
Langganan:
Postingan (Atom)